Hey You!

My photo
Jakarta, Indonesia
a sucker for city lights.

Thursday, December 2, 2010

Self Reflection

It's almost been 4 months since I left Jakarta. Since I left my "old life" , to start a short "new life" in another side of the world, 16.355 miles away from my hometown.

Rasa gak betah yang tadinya lengket di pikiran, sudah mulai memudar. Rasa gugup dan takut untuk bicara pun sudah mulai tak tersisa. Rasa kagum dan tak percaya bahwa saya sudah tidak di Indonesia pun sudah mulai menghilang, sedikit demi sedikit.

Hidup berjalan seperti biasa. Bangun pagi, sekolah, bersosialisasi, pulang sekolah, berkumpul sama keluarga, membuat PR, lalu tidur, dan ulangi lagi siklusnya dari awal. Terkadang diselingi jalan-jalan dan sedikit bersenang-senang. Sampai akhirnya, waktu 4 bulan pun terlewat tak terasa.

Kurang dari 7 bulan lagi, saya akan angkat kaki dari tempat ini. Entah apa perasaan saya nantinya, antara gembira bisa kembali ke kehidupan lama, atau tak rela melepas hidup baru yang saya bangun disini. Tapi sekarang ini saya mau curhat sedikit aja tentang gimana rasanya 4 bulan idup mandiri sendiri disini.

Hmm. Rasanya...kadang sepi, walaupun yang bisa diajak bicara sangat banyak. Kadang rasa nggak pede datang saat orang-orang ngga ngasih perhatian. Kadang rasanya overwhelming meledak ledak kalau ada yang memuji atau menghampiri dan memberi kata-kata manis. Kadang bingung, ketika terperangkap di situasi yang tidak mengenakkan. Hidup naik turun, tidak pernah datar.

Hal lain yang saya dapat, mungkin, saya merasa jauh lebih kenal sama diri saya sendiri. Selama ini saya selalu merasa kalau saya punya cukup rasa kepercayaandiri, tapi ketika pertama kali disini, nyali saya ciut. Selama ini saya selalu merasa kalau saya ini orangnya tidak rasis, tapi nyatanya saya merasa agak takut tuh waktu pertama kali bertemu sama orang orang yang berasal dari ras yang berbeda. Selama ini saya merasa saya cukup bisa mengatur diri sendiri, tapi nyatanya seringkali saya terburu-buru di pagi hari. Saya merasa dikuliti oleh kehidupan disini, perlahan kepribadian saya mulai diuji dan terlihat.

Taking decision, bisa dibilang hal yang paling berat. Juga bagaimana caranya me-maintain image kita disini karena saya secara tidak langsung membawa nama Indonesia di pundak saya. Bagaimana caranya memilah teman, teman mana yang akan bertahan sama saya sampai akhir tahun dan yang mana yang hanya akan jadi sekadar kenalan. Berperilaku di keluarga,karena saya bagaimanapun juga ngga akan bisa berpura-pura selama setahun penuh, pada akhirnya saya harus berubah.

Ketika dunia tidak membawa perubahan kehidup kita, maka bawa dan perkenalkanlah perubahan kepada dunia.

Cheers!
Nadia

No comments: