Hey You!

My photo
Jakarta, Indonesia
a sucker for city lights.

Sunday, April 17, 2011

Overthink

Hi, hello, halo, bonjour.

Gw cuman mau berbagi cerita sedikit disini. "Kasus" yang cukup menarik untuk dibahas, dan buat gue, (lagi-lagi) gue ngerasa di "tes".

Jadi alkisah ada sepasang kakak beradik. Kakaknya perempuan, dan adiknya cowok. Perbedaan umur mereka cuman 2 tahun.Mereka juga punya 2 kakak cowok yang perbedaan umurnya cukup jauh, kurang lebih 14 tahun. Sang kakak kuliah di kota sebelah, dan cuma balik di saat break.

Sejak kecil, si adik ini memang penyakitan. Badannya kurus, dan dia juga punya segala macem alergi dan rentan sama penyakit. Tapi bukan berarti dia ngga banyak gerak, justru dia sangat hiperaktif dan suka loncat sana sini, berceloteh tanpa henti. Karena kondisi badannya yang memang relatif rapuh, sangat wajar kan kalo dia deket banget sama nyokapnya.

Sang nyokap, wanita yang sangat dinamis. Di umurnya yang udah kepala empat, dia masih sibuk sekolah dan kerja segala macem; konsultasi ini dan itu dan sekaligus ngurusin kedua anaknya. Sang ayah, sangat humoris dan sederhana, tapi cowok banget. Tertarik nya sama mesin dan automotif dan segala macem peralatan berat macam itu. Dia deket sama anak-anaknya meskipun ngga sedeket sang ibu.

Kasusnya dimulai disini.
Jadi suatu hari kita main game rame-rame, dan gue dengan bercanda nanya kepada si Adik boleh gak gue make up in mukanya dia dan dia ketawa tawa doang. Dan itu gue bener bener bercanda, dan bahkan gue lupa. Tapi beberapa hari kemudian, dia ngingetin gue tentang make up project itu dan gue terkaget kaget soalnya dia yang "minta". Dan bahkan dia dengan semangat ngeluarin seluruh alat tempur (enggak deng, make up nya punya gue tapi nail polishnya punya nyokapnya) dan kita pun ke bawah.

Awalnya gue bingung kenapa dia semangat banget. Gue agak ragu buat ngelakuin ini, secara si Ayah di rumah dan dia ngeliat si Adik semangat. (Ingat, si Adik cuma 8 tahun). Tapi si Adik super semangat dan bahkan dia make makeup gue sendiri, dan gue gak berdaya dan akhirnya bantuin doi. Nggak lama kemudian, si Ayah turun dan ngeliat si Adik lagi berkuteks ria (dibantu gue).

Dan reaksi si Ayah sih ketebak , dia marah. Nggak ngamuk, cuman dengan nada keras nyuruh itu dihapus. "You're not a girl." Si Adik awalnya nolak, tp si Ayah bilang kalo dia bakal kena masalah kalo 20 menit ke depan dia liat si Adik masih dengan kuku berkuteks. Dan setelah si Ayah pergi, langsung heboh lah gue dengan si adik ngapusin tuh kuteks satu persatu. Si Adik cuma bilang "yah, ayah nggak suka aku begini." dengan nada yang cukup kentara kalau dia....sedih. and it broke my heart.

What's wrong with that?

Okay, maybe I'm becoming a little bit way too liberal here. But when you think about it, seriously, what is wrong with that? He was just having fun. Putting make up on your face is not a sin.

Is putting make up on your face is exclusive for girls only?
Does it make you gay when you're a male and you put some make up on?
If it does, so what?

Well, in the future. If he ever becomes gay, will the dad accept it? will he ever think that it might be a result of his lack of attention to him when he was little? he was so close to his mom.

for the boy. will he ever wander whose fault is this? will he ever look back in the mirror and regret what he has become? or will he ever secretly wish in his heart that if only his dad had a little bit more time for him since he was little and taught him more about boys' stuff he will never be what he is today?

whose fault is it gonna be then? who is to blame?

in my opinion, it's no one fault. being gay is never a fault. it's never their choice to be gay or not to be gay. love is still love no matter who said it or did it. gay is beautiful.
everything is beautiful in their own way.

stop stereotyping campaign is on :)





No comments: